KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Program Pascasarjana, secara resmi meluncurkan tiga penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa pada Kamis, 3 April 2026. Ketiga penelitian tersebut dirancang untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan, sosial ekonomi, dan kesehatan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran yang berlangsung di Auditorium Utama Kampus Kendari dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Direktur Program Pascasarjana, para dosen peneliti, mahasiswa penerima beasiswa penelitian, dan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara. Momentum ini menandai komitmen institusi pendidikan dalam mengakselerasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal dan nasional.
“Penelitian yang kami luncurkan hari ini bukan sekadar akademis, tetapi merupakan respons konkret terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi Sulawesi Tenggara,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Si., dalam sambutannya. Beliau menekankan pentingnya sinergitas antara dunia akademis dan stakeholder lokal untuk mewujudkan riset yang berdampak sosial.
### Tiga Penelitian Unggulan Diluncurkan
Ketiga penelitian inovatif yang menjadi fokus Program Pascasarjana adalah: Pertama, penelitian berjudul “Pengembangan Model Teknologi Pengolahan Limbah Perkebunan Kelapa Sawit Menjadi Energi Terbarukan untuk UMKM Pedesaan di Sulawesi Tenggara” yang dipimpin oleh Dr. Ir. Samsul Hadi, M.T., dari Program Studi Magister Teknik Lingkungan.
Penelitian ini melibatkan 15 mahasiswa pascasarjana dan akan dilaksanakan selama dua tahun dengan anggaran total Rp 450 juta. Fokus utama penelitian adalah mengkonversi limbah perkebunan kelapa sawit, seperti pelepah dan cangkang, menjadi bioenergi yang dapat digunakan oleh usaha kecil menengah di pedesaan. Dengan populasi perkebunan kelapa sawit yang tersebar luas di Sulawesi Tenggara, penelitian ini diharapkan mampu mengurangi limbah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Selama tiga tahun terakhir, saya melihat potensi besar limbah kelapa sawit yang belum tergali optimal. Melalui penelitian ini, kami akan mengembangkan teknologi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis dan mudah diaplikasikan oleh UMKM pedesaan,” jelas Dr. Samsul Hadi saat memaparkan detail penelitiannya kepada audiens.
Penelitian kedua berjudul “Analisis Karakteristik Sosial-Ekonomi dan Pola Migrasi Penduduk di Kawasan Perbatasan Darat Indonesia-Timor Leste: Studi Kasus Kabupaten Belu dan Malaka” yang dipimpin oleh Dr. Hj. Nur Azizah, S.E., M.Si., dari Program Studi Magister Ilmu Ekonomi.
Penelitian ini melibatkan 12 mahasiswa dan akan berlangsung selama 18 bulan dengan dukungan dana sebesar Rp 380 juta. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor ekonomi dan sosial yang mendorong mobilitas penduduk di wilayah perbatasan, serta merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal. Data yang dikumpulkan akan memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika perdagangan lintas batas, tenaga kerja migran, dan peluang pengembangan ekonomi lokal.
“Kabupaten Belu dan Malaka memiliki karakteristik unik sebagai wilayah perbatasan. Kami perlu memahami mendalam bagaimana masyarakat di sana beradaptasi dan mencari peluang ekonomi. Penelitian ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah,” papar Dr. Nur Azizah dengan penuh antusiasme.
Penelitian ketiga bertajuk “Efektivitas Program Pemberdayaan Ibu Hamil dan Menyusui dalam Mengurangi Stunting di Daerah Tertinggal Sulawesi Tenggara: Pendekatan Community-Based Research” yang dipimpin oleh Dr. Dwi Ernawati, S.Kep., M.Kes., dari Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Dengan melibatkan 18 mahasiswa dan anggaran Rp 520 juta selama dua tahun, penelitian ini akan mengevaluasi dampak nyata dari program-program pemberdayaan kesehatan ibu dan anak di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara. Stunting masih menjadi tantangan kesehatan serius di wilayah ini, dengan prevalensi mencapai 35 persen di beberapa area. Penelitian akan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan langsung komunitas lokal, petugas kesehatan, dan ibu rumah tangga.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan sosial ekonomi. Kami perlu memahami hambatan implementasi program di lapangan dan faktor-faktor apa yang membuat program berhasil atau tidak. Hasil penelitian ini akan menjadi dasar pengembangan strategi yang lebih efektif,” ungkap Dr. Dwi Ernawati.
### Dukungan Institusional dan Pendanaan
Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Mukhlis Basri, M.Phil., menerangkan bahwa ketiga penelitian ini merupakan bagian dari “Inisiatif Riset Strategis Pascasarjana 2026-2028” yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian di lingkungan kampus. Total pendanaan yang dialokasikan mencapai Rp 1,35 miliar dengan sumber pendanaan yang berasal dari dana riset universitas, hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, dan kontribusi dari institusi mitra lokal.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan publikasi akademis, tetapi juga menghasilkan produk penelitian yang dapat langsung diimplementasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelas Dr. Mukhlis Basri dalam kesempatan tersebut. Beliau menambahkan bahwa universitas juga menyediakan fasilitas pendukung seperti laboratorium, komputer, dan akses ke basis data internasional untuk memastikan penelitian dilakukan dengan standar akademis tertinggi.
### Melibatkan Mahasiswa Pascasarjana sebagai Agen Perubahan
Salah satu aspek menarik dari ketiga penelitian ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa pascasarjana, yang secara langsung terlibat dalam setiap tahap penelitian mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga diseminasi hasil. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai asisten penelitian, tetapi juga sebagai peneliti utama dalam subproyek-subproyek spesifik.
Muhammad Rizqi Pratama, mahasiswa Magister Teknik Lingkungan yang akan meneliti aspek teknologi konversi limbah kelapa sawit, mengatakan bahwa pengalaman ini sangat berharga untuk pengembangan diri akademis dan profesionalnya. “Saya sangat tertarik dengan penelitian ini karena langsung relevan dengan isu lingkungan yang saya khawatirkan. Bekerja bersama Dr. Samsul Hadi memberikan saya kesempatan untuk belajar metodologi riset yang ketat sambil berkontribusi pada solusi nyata,” kata Muhammad Rizqi.
Sementara itu, Siti Nurhaliza, mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan bahwa penelitian stunting ini akan menjadi bagian penting dari tesis masternya. “Saya ingin bekerja di bidang kesehatan ibu dan anak setelah lulus. Penelitian ini memberi saya pengalaman lapangan yang sangat berharga dan kesempatan untuk memahami tantangan real yang dihadapi masyarakat tertinggal,” paparnya penuh semangat.
### Kolaborasi dengan Stakeholder Lokal
Untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan penelitian, ketiga tim peneliti telah menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder lokal. Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara akan mendukung penelitian limbah kelapa sawit dengan memberikan akses ke perkebunan dan data produksi. Bappeda Provinsi akan menyediakan data sekunder dan memfasilitasi penelitian migrasi penduduk di kawasan perbatasan. Sementara Dinas Kesehatan dan puskesmas di berbagai kabupaten akan menjadi mitra utama dalam pelaksanaan penelitian stunting.
Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Wahyudi, M.Sc., mengapresiasi inisiatif penelitian dari universitas. “Kami memerlukan data dan analisis yang kredibel dari lembaga akademis untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memperkuat kapasitas riset di daerah kami,” ujar Wahyudi dalam acara peluncuran.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Ketiga penelitian ini diharapkan menghasilkan berbagai luaran penelitian yang terukur. Luaran utama meliputi publikasi di jurnal ilmiah nasional dan internasional, prototipe teknologi pengolahan limbah yang siap diuji coba skala pilot, rekomendasi kebijakan untuk pemerintah daerah, dan pelatihan keterampilan untuk masyarakat lokal. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menghasilkan minimal tiga hak paten atau hak cipta yang dapat didaftarkan.
“Penelitian berkualitas tinggi memerlukan waktu, sumber daya, dan dedikasi yang konsisten. Kami percaya bahwa dengan struktur, bimbingan, dan dukungan yang tepat, mahasiswa dan dosen kami dapat menghasilkan karya penelitian yang tidak hanya akademis tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” tegas Prof. Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana jangka panjang Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari adalah menjadikan penelitian sebagai pilar utama pengembangan institusi. Dalam lima tahun ke depan, universitas menargetkan peningkatan jumlah publikasi di jurnal terakreditasi sebesar 150 persen, penciptaan minimal dua research center unggulan, dan peningkatan pendapatan dari penelitian kontrak sebesar Rp 5 miliar per tahun.
### Penutup
Peluncuran tiga penelitian inovatif ini menandai momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam memposisikan diri sebagai pusat penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Sulawesi Tenggara. Dengan kombinasi sumber daya akademis yang kuat, dukungan institusional yang memadai, dan kolaborasi sinergis dengan stakeholder lokal, penelitian-penelitian ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
Sebagaimana diungkapkan oleh Rektor, penyelenggaraan penelitian berkualitas tinggi adalah manifestasi komitmen universitas terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. Ke depannya, diharapkan inisiatif serupa dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak program studi dan kelompok peneliti di universitas.
Bagi mahasiswa pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Kendari, penelitian-penelitian ini membuka peluang emas untuk terlibat dalam proyek-proyek bermakna yang menggabungkan pengembangan akademis dengan kontribusi sosial. Semoga melalui dedikasi tim peneliti dan mahasiswa, penelitian-penelitian ini dapat membuahkan hasil yang signifikan untuk kemajuan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan.
—
Penulis: Jurnalis Kampus
Tanggal Publikasi: 3 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
(Catatan: Seluruh nama tokoh, institusi partner, dan data dalam artikel ini bersifat fiktif namun dirancang dengan realistis untuk tujuan ilustrasi jurnalistik.)