KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan program kegiatan tahunan bertajuk “Aksi Nyata 2026: Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan Sosial” pada hari Sabtu, 19 April 2026. Peluncuran ini dilaksanakan di Gedung Sasak Merah, Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sultan Pengeran Diponegoro, Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa pascasarjana, dosen pembimbing, dan pejabat rektorat.
Program tahunan yang dirancang untuk tahun akademik 2026/2027 ini menggabungkan berbagai inisiatif strategis mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, pengembangan soft skills mahasiswa, advokasi pendidikan, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal Kendari. Dengan tema yang aspiratif, BEM Pascasarjana berkomitmen untuk menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya akademis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Latar Belakang dan Visi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara telah menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas selama lebih dari dua dekade. Program Pascasarjana, yang didirikan pada tahun 2015, telah menghasilkan ribuan lulusan yang tersebar di berbagai sektor profesional dan pemerintahan.
Memasuki era baru, BEM Pascasarjana merasakan perlunya revitalisasi peran organisasi mahasiswa agar lebih responsif terhadap isu-isu sosial kontemporer. Program “Aksi Nyata 2026” lahir dari refleksi mendalam para pengurus BEM yang percaya bahwa mahasiswa pascasarjana, dengan tingkat kedewasaan dan kapasitas keilmuan yang lebih tinggi, memiliki tanggung jawab ekstra untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami memulai tahun ini dengan visi yang sangat jelas: tidak cukup hanya belajar di kampus, tetapi juga membawa dampak positif ke masyarakat,” ujar Fitra Rahmawan, Ketua BEM Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran. Rahmawan, seorang mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan yang berasal dari Makassar, menambahkan bahwa “program ini adalah manifestasi dari nilai-nilai Muhammadiyah tentang amal usaha dan keberlanjutan sosial.”
Pilar-Pilar Utama Program Aksi Nyata 2026
Program Aksi Nyata 2026 dirancang dalam empat pilar utama yang terintegrasi dan saling mendukung satu sama lain. Pertama adalah pilar “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat,” yang fokus pada pelatihan keterampilan berwirausaha bagi kelompok ibu rumah tangga dan pengrajin lokal di sekitar Kendari. Inisiatif ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Magister Manajemen Bisnis untuk memberikan pendampingan langsung dalam pengelolaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Pilar kedua adalah “Pengembangan Kapasitas Mahasiswa,” yang mencakup serangkaian workshop, seminar, dan pelatihan kepemimpinan internal. Program ini dirancang untuk meningkatkan skill mahasiswa dalam public speaking, critical thinking, project management, dan digital literacy. Sebanyak 25 workshop telah direncanakan sepanjang tahun 2026, dengan menghadirkan narasumber dari institusi pemerintah, swasta, dan akademisi terkemuka.
Pilar ketiga bernama “Advokasi Pendidikan dan Literasi” yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkelanjutan kepada anak-anak di daerah tertinggal dan perkampungan pinggiran Kendari. BEM Pascasarjana akan menjalankan program tutorial gratis dan menyediakan perpustakaan mini di beberapa kelurahan. Mahasiswa dari Program Studi Magister Pendidikan akan menjadi tulang punggung inisiatif ini.
Pilar terakhir adalah “Pelestarian Lingkungan dan Budaya Lokal,” yang meliputi kegiatan penghijauan, pembersihan kawasan pesisir, dan dokumentasi warisan budaya tradisional Kendari. Program ini berkolaborasi dengan berbagai komunitas lingkungan dan budaya lokal untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Struktur Organisasi dan Tim Pelaksana
Untuk memastikan pelaksanaan program yang efektif, BEM Pascasarjana telah membentuk struktur organisasi yang komprehensif. Kepemimpinan dijabat oleh Fitra Rahmawan sebagai Ketua, dengan wakil ketua Dr. Retno Prasetyaningrum, M.Sc., yang juga merupakan dosen pembimbing dari Program Studi Magister Ilmu Lingkungan.
Struktur kepengurusan meliputi Departemen Internal, Departemen Eksternal dan Kemitraan, Departemen Pendidikan dan Advokasi, Departemen Kesejahteraan Mahasiswa, serta Departemen Komunikasi dan Publikasi. Setiap departemen memiliki koordinator yang bertanggung jawab langsung kepada ketua umum dan didukung oleh tim kerja yang terdiri dari mahasiswa aktif dari berbagai program studi.
“Kami memilih struktur organisasi yang tidak terlalu birokratis tetapi tetap efisien,” jelas Rahmawan. “Setiap departemen memiliki otonomi untuk menjalankan program mereka, namun tetap koordinasi dengan departemen lain untuk sinergi maksimal.”
Respons dan Dukungan Pimpinan Universitas
Peluncuran program ini mendapatkan sambutan positif dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammadi, M.Pd., yang hadir dalam acara peluncuran, menyatakan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM Pascasarjana.
“Program Aksi Nyata 2026 ini sangat selaras dengan visi misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkontribusi nyata pada kemajuan masyarakat,” ungkap Prof. Muhammadi. Rector yang telah memimpin universitas selama enam tahun terakhir ini juga menjanjikan dukungan penuh dari institusi, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas, maupun koordinasi dengan berbagai stakeholder eksternal.
Direktur Program Pascasarjana, Dr. H. Syaiful Bahri, M.Si., juga memberikan dukungan yang sama. “Program ini tidak hanya menjadi ajang pengembangan diri mahasiswa, tetapi juga menjadi laboratorium aplikatif bagi ilmu-ilmu yang telah dipelajari di kelas. Mahasiswa pascasarjana kami memiliki perspektif yang matang, dan program ini akan mengubah perspektif tersebut menjadi aksi konkret,” katanya.
Rencana Kegiatan Konkret Sepanjang Tahun 2026
Dalam perjalanannya selama tahun 2026, BEM Pascasarjana telah merancang kalender kegiatan yang padat dan terukur. Pada semester pertama (April-Agustus 2026), fokus akan diberikan pada persiapan infrastruktur program, pelatihan internal tim, dan pembangun kemitraan strategis dengan organisasi masyarakat lokal.
Bulan Mei 2026, BEM akan meluncurkan program pelatihan kewirausahaan pertama dengan target peserta sebanyak 100 orang dari kelompok UMKM lokal. Program ini akan dilaksanakan selama dua bulan dengan pendampingan intensif dari mahasiswa Magister Manajemen Bisnis.
Pada bulan Juni, peluncuran program tutorial pendidikan gratis akan dimulai di lima kelurahan yang telah dipetakan sebagai lokus utama. Program ini akan melibatkan secara langsung 50 mahasiswa dari berbagai program studi.
Semester kedua (September 2026-Februari 2027) akan menjadi momentum intensifikasi semua program, termasuk pelaksanaan workshop pengembangan kapasitas secara bertahap, ekspansi program lingkungan, dan dokumentasi budaya lokal. Puncak kegiatan direncanakan pada bulan Desember 2026 dengan acara “Gathering Aksi Nyata” yang akan mempertemukan semua stakeholder untuk evaluasi dan celebration.
Dampak Ekspektasional dan Target Pencapaian
Dalam dokumen program yang dirilis pada acara peluncuran, BEM Pascasarjana telah menetapkan target pencapaian yang ambisius namun realistis. Program pemberdayaan ekonomi ditargetkan dapat memberikan pelatihan kepada minimal 200 UMKM, dengan harapan peningkatan pendapatan sebesar rata-rata 15-20 persen dalam enam bulan pertama.
Program literasi dan pendidikan diharapkan dapat menjangkau 300 anak di daerah pinggiran Kendari, dengan target peningkatan prestasi akademik sebesar minimal 25 persen dalam satu tahun ajaran. Sementara itu, program pelestarian lingkungan ditargetkan dapat menanami 5,000 pohon dan membersihkan tiga lokasi pesisir strategis di Kendari.
Lebih jauh, program pengembangan kapasitas mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan soft skills minimal 80 persen peserta yang terukur melalui pre-test dan post-test yang ketat.
“Target-target ini ambisius, tetapi bukan tidak mungkin. Yang penting adalah komitmen konsisten dan kolaborasi yang kuat antar tim,” tegas Fitra Rahmawan.
Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Kesuksesan Program Aksi Nyata 2026 sangat bergantung pada kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak. BEM Pascasarjana telah menjalin kemitraan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Perindustrian dan Usaha Kecil Menengah, Badan Lingkungan Hidup Kendari, serta berbagai organisasi masyarakat sipil lokal.
Menurut Wakil Ketua Bidang Eksternal, Siti Nuraini, M.A., mahasiswa Program Studi Magister Hubungan Internasional, proses kemitraan ini sudah dimulai sejak tiga bulan sebelumnya. “Kami telah melakukan serangkaian pertemuan pendahuluan dengan semua mitra untuk memastikan alignment visi dan misi. Semua pihak menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap program kami,” ucapnya.
Tanggapan Mahasiswa dan Antusiasme Partisipasi
Acara peluncuran yang berlangsung selama empat jam ini dihadiri oleh lebih dari 500 mahasiswa pascasarjana dari berbagai program studi. Antusiasme mereka terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan, saran, dan pendaftaran relawan yang dilakukan pada kesempatan tersebut.
Salah satu mahasiswa yang hadir adalah Rini Kusuma Dewi, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan asal Sulawesi Selatan. “Saya sangat tertarik dengan program literasi. Selama ini saya merasa ilmu yang saya dapat di kampus perlu diaplikasikan langsung. Program ini adalah kesempatan sempurna untuk itu,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Mahasiswa lain, Abdur Rahman Yusuf dari Program Studi Magister Manajemen Bisnis, juga mengekspresikan minatnya. “Saya sudah daftar sebagai relawan untuk program pemberdayaan UMKM. Saya percaya ini akan memberi pengalaman praktis yang berharga selain menambah networking,” katanya.
Tantangan dan Rencana Mitigasi
Meskipun program ini direncanakan dengan matang, BEM Pascasarjana menyadari adanya sejumlah tantangan yang mungkin dihadapi. Tantangan utama adalah koordinasi antar departemen dan tim yang tersebar di berbagai lokasi program. Selain itu, pendanaan dan manajemen sumber daya manusia juga menjadi aspek kritis.
Untuk mengantisipasi hal ini, BEM telah membentuk tim quality assurance yang akan melakukan monitoring berkala terhadap semua program. Sistem pelaporan elektronik juga telah disiapkan untuk memudahkan transparansi dan akuntabilitas.
“Kami juga akan mengadakan monthly evaluation meeting untuk mengidentifikasi masalah sedini mungkin dan melakukan tindakan korektif dengan cepat,” jelas Fitra Rahmawan tentang mekanisme kontrol internal yang telah disiapkan.
Penutup: Optimisme dan Harapan
Peluncuran Program Aksi Nyata 2026 oleh BEM Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata komitmen mahasiswa untuk menjadi agen perubahan sosial yang positif. Dengan visi yang jelas, struktur organisasi yang solid, dan dukungan penuh dari institusi dan stakeholder eksternal, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Kendari sekaligus memperkaya pengalaman akademik mahasiswa pascasarjana.
Sebagai institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, universitas ini memang memiliki DNA kuat untuk berbuat amal usaha dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui Program Aksi Nyata 2026, mahasiswa pascasarjana akan menjadi perpanjangan tangan universitas dalam mewujudkan komitmen tersebut.
Ke depannya, harapannya adalah program ini tidak hanya menjadi kegiatan organisasi mahasiswa biasa, tetapi menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang. Dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, visi membawa perubahan nyata untuk masyarakat Kendari semakin dekat untuk terwujud.
—
*Berita ini dilaporkan dari acara peluncuran Program Aksi Nyata 2026 BEM Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, Sabtu (19/4/2026), di Gedung Sasak Merah Kampus Universitas Muhammadiyah