KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Program Pascasarjana, menggelar Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu (FSBK) pada tanggal 12-14 April 2026 di Kompleks Olahraga Kampus, Jalan Sultan Muhammad Hasanuddin, Kendari. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 500 mahasiswa pascasarjana ini merupakan upaya institusional untuk mengembangkan potensi akademik dan non-akademik secara seimbang.
Festival tiga hari tersebut menampilkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, pertunjukan seni budaya lokal Sulawesi Tenggara, serta kompetisi inovasi kreatif yang menjadi ciri khas kegiatan tahunan Program Pascasarjana. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi, mulai dari Magister Pendidikan, Magister Manajemen, Magister Teknik Sipil, hingga Magister Ilmu Hukum.
Latar Belakang dan Visi Kegiatan
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan sejak tahun 2015, telah berkembang menjadi salah satu penyelenggara pendidikan tinggi terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara. Dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahunnya, institusi ini merasa perlu menghadirkan platform yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kreativitas, dan keterampilan sosial mahasiswa.
Kepala Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Sc., menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu merupakan manifestasi dari komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. “Kami percaya bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya harus menguasai teori dan praktik di bidang keahliannya, tetapi juga perlu mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan apresiasi terhadap budaya lokal,” ujar Dr. Rifai saat pembukaan festival pada Sabtu pagi, 12 April 2026.
Sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan dinamis. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat ikatan sosial antar mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan daerah asal.
Rangkaian Kegiatan dan Inovasi Program
Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu 2026 menampilkan sedikitnya 15 jenis cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga tersebut mencakup sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, catur, futsal, dan cabang tradisional seperti sepak takraw serta pencak silat. Setiap cabang olahraga disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia dan jumlah partisipan yang mendaftar.
Koordinator Divisi Olahraga Festival, Drs. Bambang Suryanto, M.Pd., mengatakan bahwa penyelenggaraan kompetisi olahraga tahun ini menghadirkan beberapa inovasi. “Kami menerapkan sistem turnamen yang lebih inklusif dengan membagi peserta ke dalam berbagai kategori usia dan kemampuan. Selain itu, setiap cabang olahraga dilengkapi dengan pelatih profesional yang memberikan workshop singkat sebelum pertandingan dimulai,” jelas Bambang dalam wawancara khusus pada 13 April 2026.
Sementara itu, di sisi seni budaya, festival menampilkan kolaborasi unik antara mahasiswa pascasarjana dengan komunitas seni lokal Kendari. Program seni budaya mencakup pameran seni rupa, pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara, showcase musik kontemporer, pementasan teater, dan workshop literasi budaya. Mahasiswa dari Program Studi Magister Pendidikan secara khusus terlibat dalam merancang dan melaksanakan komponen edukasi budaya dalam festival ini.
Dr. Siti Nurhaliza, M.Sn., Ketua Divisi Seni dan Budaya Program Pascasarjana, menjelaskan konsep keseluruhan acara: “Festival ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang pembelajaran tentang kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Kami menghadirkan seniman lokal, akademisi budaya, dan mahasiswa dalam satu platform untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ini sejalan dengan nilai Muhammadiyah tentang pencerahan dan pemberdayaan masyarakat.”
Partisipasi Aktif Mahasiswa
Respons mahasiswa pascasarjana terhadap festival ini sangat antusias. Data pendaftaran menunjukkan bahwa 87% dari total 575 mahasiswa pascasarjana aktif pada semester Januari 2026 berpartisipasi dalam minimal satu kegiatan festival. Angka partisipasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 72%.
Feby Kurniawan, mahasiswa Magister Manajemen angkatan 2025, yang menjadi kapten tim sepak bola Program Studi Manajemen, berbagi pengalaman timnya: “Persiapan turnamen ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami. Selain melatih kemampuan teknis bermain, proses latihan bersama juga membangun bonding yang kuat di antara mahasiswa. Banyak teman baru yang saya kenal, tidak hanya dari program studi kami sendiri, tetapi juga dari program studi lain seperti Teknik Sipil dan Pendidikan.”
Di kategori seni dan budaya, mahasiswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Revi Wulandari, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan, yang mengikuti kategori pameran seni rupa dengan karya instalasi tentang tema lingkungan, mengatakan: “Saya sangat apresiasi kesempatan ini untuk menampilkan karya saya yang terinspirasi dari isu-isu sosial kemasyarakatan di Sulawesi Tenggara. Melalui seni, saya ingin berkomunikasi dengan audiens tentang pentingnya konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.”
Dukungan Institusional dan Stakeholder
Kesuksesan festival tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan universitas. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Asri Kadir, M.M., menghadiri acara pembukaan dan memberikan apresiasi atas inisiatif yang diambil Program Pascasarjana.
“Program Pascasarjana sebagai bagian integral dari Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan sensitivitas sosial yang tinggi. Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu ini adalah bukti nyata bahwa kami komit untuk pengembangan holistik mahasiswa kami,” ujar Prof. Asri dalam sambutan pembukaan festival.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak eksternal, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, serta komunitas seni dan budaya lokal. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan generasi muda yang berkarakter dan berdedikasi tinggi.
Dampak dan Outcome Kegiatan
Penyelenggaraan festival menciptakan berbagai dampak positif yang terukur dan dapat diamati. Pertama, dari aspek akademik, mahasiswa mendapatkan insight baru tentang pentingnya integrasi antara pembelajaran formal dan kegiatan ekstrakurikuler dalam proses pengembangan diri. Beberapa mahasiswa bahkan mengemukakan ide untuk mengintegrasikan temuan-temuan dari festival ini ke dalam penelitian tesis mereka.
Kedua, festival memperkuat sense of community di kalangan mahasiswa pascasarjana. Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai program studi cenderung bersifat isolated dalam kelompok masing-masing. Melalui festival ini, interaksi lintas program studi meningkat signifikan, yang berpotensi menciptakan kolaborasi penelitian interdisipliner di masa depan.
Ketiga, dari perspektif pengembangan soft skills, festival memberikan kesempatan praktis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi interpersonal, dan pemecahan masalah. Para peserta menjalani berbagai peran, mulai dari peserta aktif, panitia penyelenggara, maupun pendamping dalam berbagai kegiatan.
Keempat, festival juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan nilai-nilai Muhammadiyah tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya lokal. Dalam konteks globalisasi yang semakin kuat, inisiatif ini dianggap penting untuk membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya preservasi dan inovasi budaya tradisional.
Penutup dan Rencana Berkelanjutan
Kesuksesan Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu 2026 membuka peluang bagi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan serupa di masa depan. Rencana pengembangan sudah mulai dibicarakan, termasuk kemungkinan mengundang universitas lain untuk berpartisipasi dalam festival regional pada tahun-tahun mendatang.
Dr. Muhammad Rifai menegaskan: “Kami akan terus mengevaluasi dan memperbaiki festival ini setiap tahun. Target kami adalah menjadikan Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu sebagai agenda tahunan yang dinanti-nantikan, bukan hanya oleh mahasiswa kami, tetapi juga masyarakat Kendari yang lebih luas. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat lebih visible dan relevan dalam kontribusinya terhadap pengembangan budaya dan generasi muda di wilayah ini.”
Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tentang transfer pengetahuan, melainkan juga tentang pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, dan penguatan ikatan sosial. Dengan momentum keberhasilan ini, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi mahasiswanya.
—
Jumlah kata: 1.847 kata