Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Pascasarjana, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada Senin hingga Rabu, 31 Maret hingga 2 April 2026. Acara yang diselenggarakan di lapangan olahraga utama kampus Jalan Sultan Qaimuddin ini menampilkan berbagai cabang olahraga dan penampilan seni budaya dari mahasiswa magister dan doktor berbagai program studi.
Festival yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari delapan program studi di jenjang pascasarjana ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mengembangkan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga seimbang dalam aspek fisik, mental, dan kultural. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan universitas.
Menurut data yang dihimpun dari panitia penyelenggara, festival kali ini merupakan yang ketiga kalinya digelar oleh Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada 2024 dan 2025, namun dengan skala dan tingkat partisipasi yang lebih terbatas. Peningkatan signifikan ini menunjukkan antusiasme mahasiswa pascasarjana terhadap kegiatan yang menggabungkan nilai olahraga, seni, dan pengembangan diri.
Berbagai Cabang Olahraga dan Seni Dipertandingkan
Dalam festival ini, terdapat delapan cabang olahraga yang diperlombakan antara lain bola voli, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, lari maraton, catur, dan futsal. Selain itu, kompetisi seni budaya mencakup lomba nyanyi solo, paduan suara, tari tradisional, puisi modern, fotografi, dan pameran karya seni mahasiswa.
Koordinator festival, Dr. Heriyanto, M.Si., yang merupakan dosen Program Studi Magister Administrasi Publik, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman holistik kepada mahasiswa pascasarjana. “Kami percaya bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya dituntut untuk menguasai keilmuan di bidangnya masing-masing, tetapi juga perlu mengembangkan soft skills dan kreativitas melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti ini. Festival olahraga dan seni budaya menjadi sarana yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Dr. Heriyanto saat memberikan sambutan pembukaan pada Senin pagi.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa festival ini juga bertujuan untuk memperkuat ikatan kebersamaan antarprogram studi dan lintas angkatan. “Mahasiswa pascasarjana sering sibuk dengan skripsi, tesis, dan disertasi mereka. Melalui kegiatan ini, mereka bisa berinteraksi, bersantai sejenak, dan membangun networking yang lebih kuat dengan rekan-rekan dari program studi lain,” ungkapnya.
Peserta festival berasal dari delapan program studi yang ada di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, yakni Magister Administrasi Publik, Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Pendidikan, Magister Teknik Sipil, Magister Ilmu Lingkungan, Magister Akuntansi, dan Doktor Administrasi Publik. Setiap program studi mengirimkan delegasi terbaik mereka untuk berkompetisi.
Antusiasme Mahasiswa Pascasarjana Tinggi
Salah satu peserta festival, Siti Nurhaliza, mahasiswa Magister Manajemen semester tiga, mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasihnya terhadap penyelenggaraan festival ini. “Sebelum masuk pascasarjana, saya aktif di berbagai organisasi dan kegiatan olahraga saat S1 dulu. Ketika masuk sini, kesibukan akademik membuat saya jarang lagi berolahraga. Dengan adanya festival ini, saya jadi semangat lagi untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga bulu tangkis, sekaligus bisa mempererat tali silaturahmi dengan teman-teman dari program studi lain,” ungkapnya dengan antusias sambil membawa raket bulunya.
Mahasiswa lain, Andi Pratama, dari Program Studi Doktor Administrasi Publik yang mengikuti kompetisi futsal, juga menyampaikan hal senada. “Ini adalah momentum yang tepat bagi kami untuk mengalihkan fokus sejenak dari penelitian dan penulisan disertasi. Olahraga memberikan sarana outlet yang bagus untuk mengurangi stres akademik. Saya berharap festival seperti ini bisa dijadikan agenda rutin setiap tahun,” kata Andi sambil menyeka keringat setelah latihan.
Sementara itu, peserta dari aspek seni budaya juga menunjukkan antusiasme yang sama tinggi. Rini Sulistyaningrum, mahasiswa Magister Pendidikan yang mengikuti lomba tari tradisional, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam festival ini adalah cara mengapresiasi warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara. “Saya berasal dari Bandung, tetapi saya sangat tertarik untuk mempelajari tari-tarian tradisional dari Kendari dan sekitarnya. Melalui festival ini, saya bisa menampilkan tarian Lulo Hemat yang telah saya pelajari dengan teman-teman satu program studi. Ini juga menjadi bagian dari pembelajaran tentang kearifan lokal yang kami pelajari dalam konteks pendidikan multikultural,” jelas Rini.
Peran Pimpinan Universitas dan Dukungan Institusional
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Jamaluddin, M.Pd., yang hadir dalam acara pembukaan festival, memberikan sambutan yang penuh motivasi kepada seluruh peserta dan penyelenggara. “Festival olahraga dan seni budaya seperti ini mencerminkan visi universitas kami untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepribadian yang sehat, dan wawasan budaya yang luas. Ini sejalan dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah yang kami anut,” ungkap Prof. Jamaluddin.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa dukungan institusional terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan bagian integral dari komitmen universitas terhadap pengembangan holistik mahasiswa. “Kami telah mengalokasikan anggaran khusus melalui Program Pascasarjana untuk mendukung penyelenggaraan festival ini. Investasi ini kami anggap tidak sebagai pengeluaran, melainkan sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa yang berkelanjutan,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Andi Mappasomba, S.H., M.H., yang juga hadir dalam berbagai acara festival, menjelaskan bahwa program ini masuk dalam roadmap pengembangan kegiatan kemahasiswaan untuk tahun akademik 2025-2026. “Kami melihat bahwa kegiatan yang melibatkan mahasiswa dalam aspek non-akademik sangat penting untuk mencegah burnout dan membangun komunitas yang sehat. Data dari konseling mahasiswa kami menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki tingkat kesejahteraan mental yang lebih baik,” tuturnya.
Penampilan Seni dan Pertandingan Olahraga yang Meriah
Selama tiga hari festival berlangsung, penonton dapat menyaksikan berbagai pertandingan sengit dan penampilan seni yang memukau. Pada hari pertama, kompetisi olahraga dimulai dengan bulu tangkis, tenis meja, dan bola voli putra dan putri. Antusiasme peserta terlihat dari dedikasi mereka dalam setiap pertandingan, meskipun beberapa di antaranya mengalami keterbatasan waktu persiapan karena kesibukan akademik.
Pada hari kedua, festival menampilkan sesi seni budaya yang meriah. Penampilan paduan suara dari berbagai program studi membuka acara sore dengan rendisi lagu-lagu nasional dan tradisional. Kemudian, disusul dengan penampilan tari tradisional yang menampilkan berbagai genre, mulai dari tari Lulo Hemat khas Kendari, tari Legong dari Bali, hingga tari modern fusion yang merupakan karya mahasiswa sendiri.
Kompetisi puisi modern juga menjadi highlight tersendiri, di mana beberapa peserta membacakan puisi dengan tema sosial, lingkungan, dan kehidupan akademik. Salah satu peserta, Muhammad Rizal dari Magister Ilmu Lingkungan, membacakan puisi berjudul “Sungai Kami Menangis” yang menyentuh hati penonton dengan pesan-pesan konservasi lingkungan yang kuat.
Hari ketiga difokuskan pada pertandingan final dan penutupan festival. Pertandingan final sepak bola, futsal, dan kejuaraan lari maraton diadakan dengan meriah. Menariknya, maraton yang dimulai dari kampus kemudian mengarah ke area wisata sekitar Kendari ini menampilkan partisipasi peserta yang sangat antusias. Peserta tidak hanya berlari untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan menikmati keindahan alam Kendari.
Dampak Positif terhadap Kehidupan Kampus
Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Syaifuddin, M.Pd., melihat festival ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap dinamika kehidupan kampus. “Sebelum festival ini, komunikasi antarprogram studi masih terbatas pada forum akademik formal. Melalui kegiatan ini, kami melihat terjadinya peningkatan interaksi sosial yang organik. Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan jadi lebih kenal satu sama lain, dan hal ini menciptakan komunitas yang lebih solid dan suportif,” ungkap Prof. Syaifuddin dalam wawancara khusus.
Beliau juga menekankan bahwa festival ini sejalan dengan tren pendidikan tinggi modern yang mengakui pentingnya student wellbeing dan holistic development. “Research menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara akademik dan non-akademik cenderung memiliki performa studi yang lebih baik dan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kami akan terus mengembangkan dan mendukung kegiatan-kegiatan sejenis di masa mendatang,” tambahnya.
Penutup dan Harapan ke Depan
Kesuksesan Festival Olahraga dan Seni Budaya Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari pada tahun 2026 ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya menginginkan pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga lingkungan kampus yang mendukung pengembangan diri yang holistik. Partisipasi aktif dari lebih dari 500 mahasiswa, dukungan penuh dari pimpinan universitas, dan antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak menunjukkan bahwa festival ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem kehidupan mahasiswa di Program Pascasarjana.
Ke depannya, koordinator festival menyatakan bahwa festival ini akan terus dikembangkan dengan menambah variasi kegiatan, meningkatkan fasilitas, dan memperluas partisipasi. “Kami juga berencana untuk membuat festival ini menjadi ajang yang lebih terbuka, sehingga mahasiswa S1 dan komunitas masyarakat Kendari juga bisa berpartisipasi. Ini adalah bagian dari upaya universitas untuk menjadi institusi yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan komunitas,” ujar Dr. Heriyanto.
Dengan ditutupnya festival pada 2 April 2026, para peserta dan penonton membawa pulang kenangan indah dan semangat baru untuk melanjutkan perjalanan akademik mereka. Festival ini telah membuktikan bahwa di antara kesibukan penulisan tesis dan disertasi, masih ada ruang untuk mahasiswa pascasarjana untuk bersama-sama tumbuh, belajar, dan menciptakan kenangan yang bermakna. Semoga, festival olahraga dan seni budaya ini terus menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nantikan oleh seluruh civitas akademika Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari.
(Penulis: Tim Jurnalis Kampus | Foto: Dokumentasi Panitia Festival)