KENDARI — Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan momentum akademis yang signifikan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Digital dan Inovasi Pendidikan di Era Society 5.0” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang digelar di Aula Utama Gedung Rektorat kampus ini menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari berbagai institusi pendidikan dan industri, menjadi bukti komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas akademis dan relevansi penelitian.
Seminar nasional yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan tiga sesi utama, yakni kuliah pembuka tentang tren transformasi digital pendidikan tinggi, seminar dialog interaktif seputar strategi inovasi kurikulum menghadapi era digital, dan workshop tematik mengenai pemanfaatan teknologi artificial intelligence dalam pembelajaran. Lebih dari 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana, dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia hadir untuk menyimak diskusi mendalam tentang isu-isu krusial dalam dunia pendidikan modern.
Latar Belakang dan Pentingnya Transformasi Digital Pendidikan
Perselenggaraan seminar nasional ini hadir sebagai respons nyata terhadap tantangan transformasi digital yang semakin mendesak dalam lanskap pendidikan Indonesia. Era Society 5.0, yang merupakan fase perkembangan masyarakat berbasis sumber daya manusia dan teknologi, menuntut institusi pendidikan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang sangat dinamis.
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai lembaga penghasil akademisi dan peneliti berkualitas, merasa perlu menggelar forum akademis yang komprehensif untuk memberikan wawasan terkini kepada civitas akademika. Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, universitas juga ingin berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan global dan kebutuhan lokal.
“Momentum ini sangat penting bagi kami untuk mengumpulkan para ahli, peneliti, dan praktisi pendidikan guna berbagi pengalaman, riset, dan best practices dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sistem pendidikan. Kami percaya bahwa kolaborasi akademis semacam ini akan menghasilkan insights berharga yang dapat diterapkan oleh institusi pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi,” ujar Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Si., Koordinator Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Rangkaian Acara dan Para Pembicara Utama
Acara dimulai pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Muhammad Ridho Tamrin, M.T., yang dalam arahannya menekankan pentingnya adaptasi cepat institusi pendidikan terhadap teknologi. Rektor menyatakan bahwa universitas terus berinvestasi dalam infrastruktur digital dan pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa lulusan pascasarjana siap berkontribusi dalam masyarakat berbasis digital.
Setelah pembukaan resmi, acara berlanjut dengan kuliah umum pertama yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Supriyanto, M.Ed., dari Universitas Negeri Malang sebagai pembicara utama. Prof. Supriyanto, seorang pakar terkemuka dalam bidang manajemen pendidikan dan transformasi digital, menyampaikan makalah berjudul “Strategi Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pembelajaran dari Pengalaman Global dan Konteks Lokal Indonesia.”
“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi lebih kepada perubahan mindset dan kultur organisasi. Institusi pendidikan harus memahami bahwa digitalisasi adalah alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian, bukan sekadar mengikuti tren,” jelas Prof. Supriyanto dalam presentasinya yang didukung data-data empiris dari berbagai negara maju.
Sesi kedua pada pukul 10.30 menghadirkan panel diskusi dengan tema “Inovasi Kurikulum dan Pedagogis di Era Digital” yang mempertemukan tiga narasumber terpilih. Peserta panel terdiri dari Dr. Siti Nurhaliza, M.Pd., dari Universitas Indonesia yang fokus pada kurikulum berbasis kompetensi digital, Drs. Hendra Wijaya, M.Tech., praktisi industri 4.0 dari PT Teknologi Indonesia Maju, dan Dr. Yusuf Rahman, M.A., dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yang mengkaji aspek etika dan humanisme dalam pendidikan digital.
Moderator diskusi, Dr. Eka Prasetya Nugroho, M.Sc., dosen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, berhasil menggali perspektif menarik dari ketiga narasumber tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi digital tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.
“Saya melihat bahwa tantangan terbesar bukan pada teknologinya, melainkan pada kesiapan pendidik dan institusi untuk mengadopsi mindset baru. Kami perlu melatih dosen dan tenaga pendidik untuk menjadi fasilitator pembelajaran, bukan hanya penyampai informasi. Ini memerlukan perubahan paradigma yang cukup fundamental,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dalam diskusi yang berlangsung sangat interaktif.
Workshop dan Sesi Praktis
Setelah break makan siang, acara dilanjutkan dengan workshop paralel pada pukul 13.00 hingga 15.30. Peserta diberikan kesempatan memilih salah satu dari empat workshop tematik yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan akademis mereka. Workshop pertama membahas “Pemanfaatan AI dan Machine Learning dalam Personalisasi Pembelajaran,” dipandu oleh Dr. Muhammad Rizal, Ph.D., dari Institut Teknologi Bandung. Workshop kedua menggali “Strategi Blended Learning dan Hybrid Education,” dipimpin oleh Prof. Dr. Dewi Padmo, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia. Workshop ketiga fokus pada “Riset dan Pengembangan dalam Konteks Digital Transformation,” dengan fasilitator Dr. Bambang Irawan, M.S., dari Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, workshop keempat membahas “Manajemen Perubahan dan Leadership dalam Transformasi Digital Pendidikan,” yang dibawakan oleh Drs. Wahid Supardi, MM., konsultan pendidikan berpengalaman.
Mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, Nur Azizah, yang mengikuti workshop pertama mengakui manfaat luar biasa dari pengalaman tersebut. “Saya mendapatkan insight mendalam tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk menganalisis pola pembelajaran siswa dan memberikan intervensi yang tepat. Hal ini sangat relevan dengan tesis penelitian saya tentang personalisasi pembelajaran di tingkat sekolah menengah,” ungkapnya dengan antusias.
Dampak dan Signifikansi Bagi Ekosistem Akademis
Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi pengembangan program pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, melalui interaksi langsung dengan para ahli dan praktisi terkemuka, mahasiswa dan dosen pascasarjana mendapatkan pembaruan pengetahuan terkini tentang tren dan best practices dalam pendidikan digital. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas penelitian dan karya akademis yang dihasilkan oleh program.
Kedua, seminar ini menciptakan peluang networking dan kolaborasi yang berharga antar institusi pendidikan. Beberapa peserta dari universitas lain telah menunjukkan minat untuk mengembangkan penelitian bersama dengan dosen Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari. Direktur Program Pascasarjana, Dr. Dwi Cahyono, M.Pd., mengungkapkan optimismenya tentang prospek kolaborasi ini.
“Kami sudah menerima proposalnya dari minimal lima universitas di Indonesia untuk mengembangkan penelitian kolaboratif terkait transformasi digital pendidikan. Ini adalah hasil positif yang kami harapkan dari seminar ini, yakni terjadinya sinergi akademis yang saling menguntungkan,” jelas Dr. Cahyono dalam wawancara setelah acara.
Ketiga, penyelenggaraan acara sekalibir ini memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang progresif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Bagi mahasiswa calon pendaftar program pascasarjana, kehadiran acara akademis berkaliber nasional ini menjadi indikator kualitas dan kredibilitas program.
Keempat, dari perspektif kontribusi sosial, seminar ini telah memberikan wadah bagi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk mengakses wawasan dan pengetahuan terdepan tentang transformasi digital. Mengingat bahwa kawasan ini masih memiliki kesenjangan dalam hal akses terhadap forum akademis berkualitas tinggi, kehadiran seminar nasional di Kendari menjadi pembelajaran penting bagi institusi pendidikan lokal.
Penutup dan Visi Ke Depan
Menutup acara pada pukul 16.00 sore, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari menyampaikan appreciation letter dan kenang-kenangan kepada semua pembicara utama dan fasilitator workshop. Dalam penutupan, Rektor juga mengumumkan komitmen universitas untuk menyelenggarakan seminar nasional serupa setiap tahunnya, dengan topik yang terus disesuaikan dengan dinamika perkembangan pendidikan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari peserta dan kualitas diskusi yang sangat mendalam. Ini membuktikan bahwa tema transformasi digital pendidikan adalah isu yang sangat relevan dan urgent. Tahun depan, kami akan membawa tema yang lebih spesifik, misalnya tentang sustainability dalam pendidikan digital atau tentang literasi data dan analitik pendidikan,” terang Rektor dengan penuh semangat.
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mempersiapkan publikasi prosiding seminar ini, yang akan didistribusikan kepada semua peserta dan institusi pendidikan terkait. Prosiding ini akan menjadi referensi berharga bagi pengembangan lebih lanjut kebijakan dan strategi transformasi digital di institusi pendidikan Indonesia.
Dengan tertutupnya Seminar Nasional “Transformasi Digital dan Inovasi Pendidikan di Era Society 5.0,” Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan kontribusi nyata dalam memajukan wacana akademis nasional. Acara ini tidak hanya meningkatkan kapasitas civitas akademika internal universitas, tetapi juga memperkuat peran universitas sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang terbuka bagi seluruh stakeholder pendidikan Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang ditunjukkan melalui acara ini, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari siap memasuki era baru dalam perjalanan akademisnya menuju keunggulan dan relevansi global.
—
Jumlah kata: 1.847 kata